Banyak perusahaan gulung tikar tanpa diketahui dengan jelas sebab-sebabnya. Para pimpinan
perusahaan pada umumnya menilai bahwa kebangkrutan perusahaan disebabkan oleh gagalnya memasarkan barang .(produksi) dan kurangnya modal. Pada umumnya pimpinan perusahaan masih terkesima dengan factor produksi yang mereka miliki, seperti misalnya : modal, tenaga kerja dan sumber daya lainnya. Jarang para manajer perusahaan yang sadar akan pentingnya manajemen jarang diantara mereka sadar akan pentingnya informasi sebagai bahan dasar dalam pembuatan keputusan. Sebagian besar dari manajer perusahaan secara fanatic menganggap akuntansi (informasi keuangan) sebagai sumber yang terpenting dari semua urusan perusahaan, seperti masalah perencanaan sampai dengan masalah pengendalian.
Saat ini para manajer perusahaan niaga (pabrik) dihadapkan dengan masalah informasi mereka harus menggunakan hampir 80 persen waktunya untuk menerima, mengolah dan menganalisa informasi untuk pengambilan keputusan yang berdaya guna dan berhasil guna. Hasil produksi, pembelian, penjualan, konsumsi bahan baker, gaji pegawai, pengeluaran biaya, semua dicatat (dikumpulkan) kemudian diolah menjadi informasi yang siap pakai untuk pengambilan keputusan. Data diolah menjadi informasi dan kemudian digunakan sebagai bahan dasar pengambilan keputusan. Tanpa informasi, bagaimana kita bisa tahu apa yang harus dilakukan, apa yang harus direncanakan dan apa yang harus dikendalikan.
Peran dan Arti Statistik bagi sebuah Perusahaan
adalah sebagai alat bantu dalam melaksanakan fungsi manajemen yaitu planning, organizing, actuating dan controlling. Peran dan kedudukan statistic bagi perusahaan adalah sama dengan peran akuntansi sebagai informasi. Akuntansi berurusan dengan informasi keuangan secara terperinci, sedangkan statistic berurusan dengan semua informasi dalam bentuk agregatip. Data atau informasi akuntansi bila diteliti secara individual, seperti misalnya keterangan tentang pembelian harus dibuktikan dengan faktur pembelian, keterangan mengenai jumlah gaji pegawai harus bisa dibuktikan dari slip pembayaran gaji. Keterangan mengenai pegawai, setiap orang bisa diteliti secermat-cermatnya, misalkan lewat daftar riwayat hidupnya.. Data/informasi Statistic bersifat Agregatif bersifat agregatif yang tidak memunculkan nilai atau karakteristik individual, misalnya rata-rata karyawan yang sakit dalam satu tahun atau rata-rata gaji pegawai perbulan dan masih banyak contoh informasi lainnya. Jadi informasi statistic yang sifatnya agregatif adalah sangat berguna bagi penyusunan kebijaksanaan perusahaan secara utuh, sebagai suatu strategi, sedangkan informasi akuntansi sangat berguna bagi penyusunan taktik perusahaan. Tersedianya data/informasi statistic dan akuntansi yang lengkap akan sangat membantu pimpinan perusahaan dalam membuat keputusan. Keputusan-keputusan yang dibuat berdasarkan informasi/data yang jelek menghasilkan keputusan yang jelek, hal ini mengingatkan kita pada istilah Gabbage in Gabbage out (GIGO). Oleh karena itu perlu terlebih dahulu di analisa data/informasi yang tersedia, informasi yang berkualitas tinggi menjamin mutu keputusan yang berkualitas tinggi. Perlu diingat disini bahwa pemakaian kata data dan informasi dalam bahasan statistic saling ditukar balik yang mempunyai arti yang sama, data statistic sama dengan informasi, karena data statistic merupakan data agregatip yang sudah diwujudkan dalam ukuran-ukuran yang baku.
STATISTIK SEBAGAI METODE PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Inti pokok manajemen adalah pengambilan keputusan yang memerlukan bahan dasar informasi. Ada beberapa teknik pengambilan keputusan yang sudah dikenal secara popular seperti misalnya linier Programming, PERT-CPM, OPERATION RESEARCH dan analisa kuantitatip lainnya diantaranya adalah metode statistic, walaupun statistic juga sebagai alat pembantu penyelesaian Operation Research atau teori-teori analisa keputusan (decision theory analysis).
Pada dasarnya ada dua metode statistic sebagai pendekatan dalam pengambilan keputusan yaitu : a. Metode pendekatan statistic klasik b. Metode pendekatan statistic Bayes (Bayesian Statistic) yang dikembangkan oleh Thomas Bayes. 1. Metode Pendekatan Statistic Klasik Pendekatan statistic klasik telah banyak dipakai orang sampai saat ini, seperti misalnya melibatkan angka rata-rata, proporsi, persentase, standar deviasi, variance dan ukuran-ukuran statistic yang lain. Walaupun sudah dikatakan klasik, manfaat dari pendekatan ini masih bisa dipertanggungjawabkan. Berikut ini adalah contoh penetapan dari metode statistic yang dipakai untuk pengambilan keputusan : a. Pengambilan keputusan dengan Rata-rata. Secara tradisional, statistic inferensia (penarikan kesimpulan) dibagi menjadi dua persoalan, yaitu masalah estimasi (perkiraan) dan masalah uji hipotesa (test of hypotheses). Masalah perkiraan (estimation) sering muncul dalam kegiatan bisnis atau produksi. Di dalam bisnis, misalkan seorang pengusaha ingin mengetahui konsumsi rata-rata kain untuk bahan celana atau blouse (rok) di suatu daerah. Karena daerahnya luas yang terdiri dari ribuan rumah tangga, maka pengusaha tersebut harus mengadakan perkiraan melalui contoh (sample). Untuk mengadakan penelitian secara lengkap memang tidak mungkin, karena masalah biaya dan waktu. Terutama yang berkaitan dengan waktu, karena pengambilan keputusan sangat dibatasi oleh dimensi waktu. Terlambat dalam pengambilan keputusan berarti hilangnya kesempatan, ingat kita selalu dihadapkan kepada perubahan yang cepat dan suasana yang tidak menentu. Sudah barang tentu dalam perkiraan tersebut kita menggunakan tingkat kepercayaan statistic yang diinginkan. Dalam pengambilan keputusan kita selalu memperkirakan besarnya resiko kesalahan yang kita buat. Di dalam bidang produksi, tersebut kita menggunakan tingkat kepercayaan statistic yang diinginkan. Dalam pengambilan keputusan kita selalu memperkirakan besarnya resiko kesalahan yang kita buat. Di dalam bidang produksi misalkan kita ingin memperkirakan rata-rata produksi perminggu, kita ingin memperkirakan rata-rata pemakaian bahan baker diesel, memperkirakan rata-rata pemakaian listrik dan sebagainya. Dengan mengetahui rata-rata perkiraan, kita bisa menggambarkan diagram peta (diagram chart) atas naik turunnya produksi atau konsumsi. Dengan mengetahui rata-rata yang kita hitung dengan sample, maka perlu diadakan uji hipotesa terhadap nilai-nilai parameter ( nilai sebenarnya ) yang telah kita anggap sebelumnya ( asumsi ). Dari hasil uji hipotesa yang kita lakukan kita bisa menarik suatu kesimpulan. b. Pengambilan Kesimpulan tentang Proporsi Seringkali kita ingin mengetahui proporsi barang produksi yang rusak. Untuk mengetahui barang rusak secara keseluruhan memang tidak memungkinkan, sehingga harus dilakukan perkiraan-perkiraan berdasarkan sample. Dari hasil sample dengan tingkat kepercayaan statistic yang diinginkan maka kita perkirakan proporsi parameternya. Nilai atau angka-angka sample harus kita uji hipotesa, apakah anggapan (asumsi) kita yang terdahulu kita terima atau kita tolak. Berdasarkan hasil uji hipotesa kita bisa menarik kesimpulan. Pengambilan keputusan tentang rata-rata dan proporsi bisa kita perluas dengan membandingkan dua rata-rata proporsi. Misalnya kita ingin menguji apakah dua mesin mempunyai kemampuan yang sama atau tidak. Jika ternyata tidak sama setelah diadakan uji hipotesa rata-rata atau proporsinya, maka kita bisa menarik kesimpulan terhadap mesin-mesin yang tidak efisien. c. Pengambilan Keputusan tentang Standar Deviasi (Simpangan Baku) Pembicaraan mengenai rata-rata tidak lengkap jika tidak disertai pembahasan standar deviasinya atau variabilitasnya. Seringkali angka rata-rata menyangkut tingkat variabilitasnya (homogenitas). Kita ambil contoh rata-rata dari 6 unit dan 4 unit adalah 5 unit, sedangkan rata-rata 8 unit dan 2 unit juga 5 unit. Ini memberi kesan kepada kita bahwa kita harus hati-hati untuk menggunakan angka rata-rata pengambilan keputusan. Sudah seyogyanya kita mengadakan perkiraan tentang variabilitasnya (variansi) atau uji hipotesa terhadap variansi sample. Baru setelah itu kita mendapatkan hasil hasil uji hipotesa, maka pengambilan keputusanpun bisa dilakukan. d. Pengambilan Keputusan dengan analisa Variansi (Variabilitas) Seringkali kita ingin mengetahui perbedaan dari dua atau lebih rata-rata sample. Apakah perbedaan itu hanya sebagai kejadian kebetulan atau karena perlakuan yang berbeda. Misalnya kita ingin menguji tingkat kekuatan tekstil dari berbagai macam mesin, kalau memang ada perbedaan maka kita selidiki treatment (perlakuan) apa yang menyebabkan perbedaan rata-rata tersebut. Jadi pengaruh treatment harus kita ketahui secara jelas, baru kemudian kita menarik kesimpulan dan pengambilan keputusan. Teknik ini bisa dengan cara melihat satu arah (one way analysis) yaitu pengaruh treatment dan bisa juga dengan melihat pengaruh mesin yang disebut wo way analysis. Analisa variansi ini dikenal sebagai metode analisa pengambilan keputusan yang paling ampuh. = Tingkat pendapatan masyarakat Tingkat inflasi kebutuhan pokok e. Pengambilan Keputusan dengan analisa regresi (Regression Analysis) Untuk perencanaan jangka panjang kita memerlukan kumpulan data yang dikumpulkan dalam jangka waktu yang panjang. Berdasarkan data yang panjang waktu pengumpulannya, maka atas dasar ini bisa dibuat ramalan (forecasting) di masa yang akan datang. Misalkan kita ingin mengadakan ramalan penjualan tekstil dalam periode 1990-2000, jika ramalan ini hanya didasarkan pada hasil-hasil penjualan masa lampau dan hanya berdasarkan gerakan waktu, analisa ini disebut dengan analisa deret berkala atau yang disebut Time Series Analisis. f. Pengambilan Keputusan dengan Analisa Sebab(Causal Analysis) Seringkali dalam analisis bisnis ingin mengetahui factor yang mempengaruhi factor yang mempengaruhi tingkat output. Dalam total quality control kita mengenal Fish Bone, Chart, dalam metode statistic kita mengenal teknik analisa perubah ganda (multi variable analysis) yaitu dengan mencari koefisien korelasi. Dengan teknik analisa korelasi dua regresi maka akan dapat diketahui tingkat pengaruh variable bebas terhadap Output (variable tidak bebas).
Selasa, 31 Mei 2011
Rabu, 13 April 2011
Perusahaan Jasa Vs Perusahaan Dagang
Do you see the difference ??
a. Perusahaan jasa tidak menawarkan produk yang jelas wujudnya. Sebuah perusahaan jasa pada hakikatnya tidaklah menjual produk yang berwjud. Jasa adalah sesuatu yang tidak bisa dilihat bentuk fisiknya, namun dapat dirasakan manfaat atau faedahnya.
b. Sulit untuk mengukur standar harga pada jasa yang ditawarkan oleh suatu perusahaan jasa. Harga yang mungkin dikenakan oleh suatu perusahaan jasa, pada tiket pesawat udara, misalnya, sebenarnya tidaklah mutlak. Mahal atau murahnya harga suatu jasa tergantung pada tingkat kepuasan konsumen yang menikmati jasa tersebut.
Siklus akuntansi perusahaan jasa (dan juga untuk perusahaan jenis lain) pada umunmya bisa dikelompokkan sebagai berikut.
(1) Tahap peneatatan, meliputi analisis transaksi dan bukti-bukti transaksi penjurnalan, dan pentindabbukuan (posting) dari jurnal ke akun-akun.
(2) Tahap pengikhtisaran, meliputi pembuatan neraca saldo.
(3) Tahap pembuatan laporan keuangan, yaitu neraca, laporan laba-rugi, laporan perubahan modal, dan laporan arus kas.
Perusahaan jasa adalah perusahaan yang menjual jasa untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Dengan kata lain, perusahaan jasa menjual “barang” tidak berwujud. Sebaliknya perusahaan dagang menyediakan atau menawarkan suatu yang secara fisik berwujud yang disebut dengan barang dagangKARAKTERISTIK PERUSAHAAN JASA
a. Perusahaan jasa tidak menawarkan produk yang jelas wujudnya. Sebuah perusahaan jasa pada hakikatnya tidaklah menjual produk yang berwjud. Jasa adalah sesuatu yang tidak bisa dilihat bentuk fisiknya, namun dapat dirasakan manfaat atau faedahnya.
b. Sulit untuk mengukur standar harga pada jasa yang ditawarkan oleh suatu perusahaan jasa. Harga yang mungkin dikenakan oleh suatu perusahaan jasa, pada tiket pesawat udara, misalnya, sebenarnya tidaklah mutlak. Mahal atau murahnya harga suatu jasa tergantung pada tingkat kepuasan konsumen yang menikmati jasa tersebut.
Siklus akuntansi perusahaan jasa (dan juga untuk perusahaan jenis lain) pada umunmya bisa dikelompokkan sebagai berikut.
(1) Tahap peneatatan, meliputi analisis transaksi dan bukti-bukti transaksi penjurnalan, dan pentindabbukuan (posting) dari jurnal ke akun-akun.
(2) Tahap pengikhtisaran, meliputi pembuatan neraca saldo.
(3) Tahap pembuatan laporan keuangan, yaitu neraca, laporan laba-rugi, laporan perubahan modal, dan laporan arus kas.
PERUSAHAAN DAGANG
sesuai dengan namanya, perusahaan dagang melakukan pembelian barang dan berusaha menjualnya dengan harga di atas harga pokok agar mendapat keuntungan. pada perusahaan dagang, laba kotor didapat dengan mencari selisih harga jualdengan harga pokok penjualan. untuk mendapatkan laba bersih, laba kotor dikurangi dengan dengan beban operasional. jelasnya, jika dibandingkan dengan badanusaha lainnya, maka ciri-ciri perusahaan dagang dapat diketahui antara lan sebagai berikut.
a. usaha yang dilakukan
usaha yang dilakukan oleh perusahaan dagang adalah membeli barang dahang dan menjualnya tanpa mengadakan peruahan (pengolahan) terlebih dahulu. barang yang dijuial dapat berupa bahan baku, barang setengah jadi atau barang jadi. contoh perusahaan dagang yang cukup terkenal adalah PT Matahari Prima, pemilik rantai toko matahari.
b. kegiatan akuntansi
akuntansi perusahaan dahang mempunyaiciri-ciri sebagai berikut:
1. menggunakan akun persedian baran dagang. persdian barang dagang dangan terdiri persedian awal, yaitu nilai barang yang dimiliki pada awal tahun buku , dan persediaan akhir, yaitu nilai barang yang dimiliki perusahaan pada akhir periode akuntansi.
2. ada penghitungan harga pokok penjualan.
3. laporan laba rugi dapat menggunakan bentuk single step (langsung) dan multiple step (bertahap).
KARAKTERISTIK DAN MACAM-MACAM TRANSAKSI PERUSAHAAN DAGANG
Karakteristik Perusahaan Dagang:
- Perusahaan yang kegiatan usahanya membeli barang dengan tujuan dijual lagi, tanpa memproses lebih dahulu.
- Macam-macam transaksi
- Pembelian barang dagang
- Pengembalian barang dagang yang dibeli (retur pembelian & PH )
- Pembayaran biaya angkutan barang dagang yang dibeli
- Pembayaran utang dagang
- Penjualan barang dagang
- Penerimaan kembali barang dagang yang dijual ( retur penjualan & PH )
- Pembayaran beban angkutan barang yang dijual
- Penerimaan pelunasan piutang dagang
- Perhitungan laba/rugi perusahaan dagang.
- Syarat jual beli berupa syarat penyerahan barang dan syarat pembayaran.
Syarat Penyerahan barang
Perjanjian antara penjual dengan pembeli yang berisi tentang barang yang diserahterimakan setelah memperoleh kesepakatan harga.
- FOB Shipping Point (Free On Board Shipping Point)
Pembeli harus menanggung biaya pengiriman barang dari gudang penjual sampai ke gudangnya sendiri. Dalam hal ini penjual mengakui dan mencatat terjadi penjualan barang sejak dikeluarkan dari gudang oleh pembeli, sedang pembeli akan mengakui dan mencatat terjadinya pembelian sejak mengambil barang dari gudang penjual.
- FOB Destination Point (Free On Board Destination Point)
Penjual harus menanggung beban pengiriman barang sampai di gudang pembeli. Dalam hal ini penjual mengakui dan mencatat terjadinya penjualan setelah barang sampai di gudang pembeli, sedangkan pembeli mengakui dan mencatat terjadinya pembelian setelah barang masuk ke gudangnya.
- CIF (Cost Insurance and Freight)
Penjual harus menanggung beban pengiriman dan asuransi kerugian atas barang yang dijualnya.
Syarat Pembayaran
Syarat ini berhubungan erat dengan potongan tunai dan jangka waktu kredit atas barang yang dijualbelikan.
- misal 2/10, n/30
Potongan sebesar 2 % akan diberikan kepada pembeli, apabila pembeli mampu membayar harga netto faktur paling lambat 10 hari setelah tanggal transaksi, dalam jangka waktu kredit 30 hari.
- misal 2/10, 1/15, n/30
Jika pembayaran dilakukan dalam jangka waktu sepuluh hari atau kurang akan mendapat potongan 2 %, tetapi jika pembayaran dilakukan setelah lewat batas 10 hari sampai 15 hari, akan mendapat potongan 1 %, jangka waktu pembayarannya paling lambat 30 hari.
- n/60
Pembayaran dilakukan selambat-lambatnya 60 hari setelah tanggal transaksi jual beli.
- EOM (End Of Month)
Harga netto faktur harus dibayar paling lambat pada akhir bulan penjualan, dalam hal ini penjual tidak memberikan potongan tunai kepada pembeli.
- n/10 EOM
Harga netto faktur harus dibayar selambat-lambatnya sepuluh hari sesudah akhir bulan penjualan tanpa memberikan potongan tunai.
Selasa, 28 Desember 2010
Film bertema Apartheid
Kreativitas yang muncul :
1. Ketika Afrika dipimpin oleh seorang presiden yang baru maka sang presiden langsung memimpin dengan gaya kepemimpinan yang baru dan penuh dengan kreativitas yang muncul
2. Sebuah tim Springbook yang merupakan simbol Apartheid tetap dipertahankan dan diberi dukungan penuh oleh presiden karena hal itu bisa menjadi alat pemersatu bangsa.
3. Belajar banyak melalui penjara maka sang presiden mengerti tentang seorang jiwa yang penuh dengan semangat dan sikap sportif.
Nilai : 1. Nilai Sportivitas >> Tim spingbook mendapat pencerahan dari presiden langsung diterapkan di lapangan dan hasilnya adalah sebuah kemenangan.
2. Nilai kebersamaan : Sang presiden mempersatukan asisten pribadinya dengan mencampurkan orang kulit htam dan kulit putih untuk bekerjasama..
1. Ketika Afrika dipimpin oleh seorang presiden yang baru maka sang presiden langsung memimpin dengan gaya kepemimpinan yang baru dan penuh dengan kreativitas yang muncul
2. Sebuah tim Springbook yang merupakan simbol Apartheid tetap dipertahankan dan diberi dukungan penuh oleh presiden karena hal itu bisa menjadi alat pemersatu bangsa.
3. Belajar banyak melalui penjara maka sang presiden mengerti tentang seorang jiwa yang penuh dengan semangat dan sikap sportif.
Nilai : 1. Nilai Sportivitas >> Tim spingbook mendapat pencerahan dari presiden langsung diterapkan di lapangan dan hasilnya adalah sebuah kemenangan.
2. Nilai kebersamaan : Sang presiden mempersatukan asisten pribadinya dengan mencampurkan orang kulit htam dan kulit putih untuk bekerjasama..
Selasa, 21 Desember 2010
Tips meningkatkan motivasi belajar
Tips-tips meningkatkan motivasi belajar
Motivasi belajar tidak akan terbentuk apabila orang tersebut tidak mempunyai keinginan, cita-cita, atau menyadari manfaat belajar bagi dirinya. Oleh karena itu, dibutuhkan pengkondisian tertentu, agar diri kita atau siapa pun juga yang menginginkan semangat untuk belajar dapat termotivasi.Yuk, ikuti tips-tips berikut untuk meningkatkan motivasi belajar kita:
- Bergaullah dengan orang-orang yang senang belajar
Bergaul dengan orang-orang yang senang belajar dan berprestasi, akan membuat kita pun gemar belajar. Selain itu, coba cari orang atau komunitas yang mempunyai kebiasaan baik dalam belajar.
Bertanyalah tentang pengalaman di berbagai tempat kepada orang-orang yang pernah atau sedang melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi, orang-orang yang mendapat beasiwa belajar di luar negeri, atau orang-orang yang mendapat penghargaan atas sebuah presrasi.
Kebiasaan dan semangat mereka akan menular kepada kita. Seperti halnya analogi orang yang berteman dengan tukang pandai besi atau penjual minyak wangi. Jika kita bergaul dengan tukang pandai besi, maka kita pun turut terciprat bau bakaran besi, dan jika bergaul dengan penjual minyak wangi, kita pun akan terciprat harumnya minyak wangi.
- Belajar apapun
Pengertian belajar di sini dipahami secara luas, baik formal maupun nonformal. Kita bisa belajar tentang berbagai keterampilan seperti merakit komputer, belajar menulis, membuat film, berlajar berwirausaha, dan lain lain-lainnya.
Kita bisa memanfaatkan internet untuk bergabung dengan kumpulan orang-orang yang senang belajar. Salah satu milis dapat menjadi ajang kita bertukar pendapat, pikiran, dan memotivasi diri. Sebagai contoh, jika ingin termotivasi untuk belajar bahasa Inggris, kita bisa masuk ke milis Free-English-Course@yahoogroups.com.
Bergaulah dengan orang-orang yang optimis dan selalu berpikiran positif
Di dunia ini, ada orang yang selalu terlihat optimis meski masalah merudung. Kita akan tertular semangat, gairah, dan rasa optimis jika sering bersosialisasi dengan orang-orang atau berada dalam komunitas seperti itu, dan sebaliknya.
Cari motivator
Kadangkala, seseorang butuh orang lain sebagai pemacu atau mentor dalam menjalani hidup. Misalnya: teman, pacar, ataupun pasangan hidup. Anda pun bisa melakukan hal serupa dengan mencari seseorang/komunitas yang dapat membantu mengarahkan atau memotivasi Anda belajar dan meraih prestasi.
Megacreativity - All about Love
C.I.N.T.A ... berapa kali.. ku harus katakan cintaa...
Cinta sejati dibuat untuk dirasakan tanpa perlu memaknai arti yang sesungguhnya. Sepanjang manusia hidup terutama pria, minimal satu kali anda merasakan cinta kepada wanita.
Karena memang pria ditakdirkan untuk terus mencintai wanita, dan melindunginya apapun yang terjadi.
Dan bagaimana jika cinta si wanita bertepuk sebelah tangan, Inilah arti sesungguhnya yaitu merelakannya. Kita tidak bisa hidup bersama dengan dia jika dia merasa menderita bersama kita.
Cinta bukanlah hanya kata-kata tapi adalah sebuah tindakan. Dan sebuah tindakan didasarkan atas asas logika pengertian. Bukanlah hal yang bijak jika kamu hanya membuat orang merasa kamu pengertian tapi sebaliknya tidak sama sekali. Jadi itulah inti yang terdalam :
<<Cinta Terakhir>>
Berapapun cinta datang padamu
Tak akan ku takut
Berapapun hati menghapirimu
Tak akan ku takut
Karna aku cinta terakhir yang t’lah kau nanti
Menanti jawabnya
Juga aku labuhan akhir
Tempat kau berlabuh sampai kau mati
Seindah bintang hiasi malam
Layaknya itulah aku
Hoo.. Layaknya itulah aku
Cinta sejati dibuat untuk dirasakan tanpa perlu memaknai arti yang sesungguhnya. Sepanjang manusia hidup terutama pria, minimal satu kali anda merasakan cinta kepada wanita.
Karena memang pria ditakdirkan untuk terus mencintai wanita, dan melindunginya apapun yang terjadi.
Dan bagaimana jika cinta si wanita bertepuk sebelah tangan, Inilah arti sesungguhnya yaitu merelakannya. Kita tidak bisa hidup bersama dengan dia jika dia merasa menderita bersama kita.
Cinta bukanlah hanya kata-kata tapi adalah sebuah tindakan. Dan sebuah tindakan didasarkan atas asas logika pengertian. Bukanlah hal yang bijak jika kamu hanya membuat orang merasa kamu pengertian tapi sebaliknya tidak sama sekali. Jadi itulah inti yang terdalam :
<<Cinta Terakhir>>
Berapapun cinta datang padamu
Tak akan ku takut
Berapapun hati menghapirimu
Tak akan ku takut
Karna aku cinta terakhir yang t’lah kau nanti
Menanti jawabnya
Juga aku labuhan akhir
Tempat kau berlabuh sampai kau mati
Seindah bintang hiasi malam
Layaknya itulah aku
Hoo.. Layaknya itulah aku
Minggu, 28 November 2010
To Manage Everything
The Leader
APA ITU KEPEMIMPINAN ?
Ø Sebagai kemampuan untuk melaksanakan pengaruh antar pribadi melalui komunikasi, untuk mencapai tujuan tertentu. (Koontz & O’Donnel)
Ø Suatu hubungan dimana seorang pemimpin mempengaruhi orang lain untuk bekerja bersama secara sukarela mengenai tugas-tugas yang diinginkan pemimpin tersebut.(G. R TERRY)
Ø Suatu proses yang mempengaruhi aktivitas individu atau kelompok dalam upaya mencapai tujuan pada situasi tertentu.
Ø Proses mempengaruhi sekelompok orang sehingga mau bekerja dengan
sungguh-sungguh untuk meraih tujuan kelompok [ Koontz & O’donnel]
Ø • Kemampuan untuk mengajak orang lain mencapai tujuan yang sudah
ditentukan dengan penuh semangat [Davis, 1977]
Ø • Mempengaruhi orang lain untuk lebih berusaha mengarahkan tenaga, dalam
tugasnya atau merubah tingkah laku mereka [Wexley & Yuki, 1977]
Ø • Pada dasarnya merupakan pola hubungan antara individu-individu yang
menggunakan wewenang dan pengaruhnya terhadap kelompok orang agar
bekerja bersama-sama untuk mencapai tujuan [Fiedler, 1967].
KEPEMIMPINAN YANG EFEKTIF
- Mampu melihat gambaran menteluruh
- Mampu mengkomunikasikan gambaran menyeluruh tersebut kepada orang lain
- Mampu menafsirkan dan mengungkapkan kebutuhan, aspirasi dan perasaan kelompok dengan jelas.
- Menaruh perhatian dan respek terhadap kebutuhan, aspirasi dan kemampuan kelompok.
- Mampu mengkomunikasikan kebutuhan, aspirasi dan perasaan kelompok kepada pihak diluar kelompok.
- Mengerti apa yang dibutuhkan atau diinginkan orang untuk keprluan mereka sendiri.
- Mampu mengilhami orang lain untuk melakukan apa saja yang tidak mereka lakukan baik untuk diri sendiri maupun orang lain.
- Mampu mengarahkan dan memfokuskan energi orang lain pada tujuan spesifik, dengan tetap mempertahankan semangat kelompok.
- Anrusias terhadap misi, sasaran dan standar kelompok
- Berkeinginan besar akan perubahan pertumbuhan atau peningkatan
- Memiliki energi untuk menjalankan bisnis atau menggerakkan kelompok
SIFAT-SIFAT PEMIMPIN IDEAL
- Memiliki Kepercayaan Diri
- Memiliki Kemampuan Berbicara
- Memiliki Ambisi
- Memiliki Motivasi Berprestasi
- Memiliki Inisatif
- Memiliki Kecerdasan Tinggi
Senin, 22 November 2010
Langganan:
Postingan (Atom)